Panduan Ilmu Tajwid Al Quran
bigbangbuz
1.0 Varies with device
Al-Quran adalah Kalamullah (firman Allah -Subhanahu Wa Ta'ala-), merupakan mukjizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad -Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam- dengan perantara Malaikat Jibril. Di dalam surah Muzzammil ayat 5, Allah berfirman:

"... dan bacalah olehmu Al-Quran ini dengan pelan/tartil (bertajwid)."

Hukum orang yang mempelajari Ilmu Tajwid adalah Fardhu Kifayah. Dan hukum mengamalkannya adalah Fardhu Ain. Dan umat Islam yang dapat membaca Al-Quran, wajib hukumnya belajar Tajwid, supaya terpelihara huruf, makhraj, ghunnah, dan Mad-nya.

Mari kita belajar dan tidak bosan membaca dan menggali isi Al-Quran, serta mengamalkannya.
"... dan katakanlah: 'Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan'." (QS. Thaahaa: 114).

2. Dalil-dalil dari As Sunnah

1. Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ketika ditanya bagaimana bacaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau menjawab bahwa bacaan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam itu dengan panjang-panjang kemudian dia membaca “Bismillahirrahman arrahiim” memanjangkan (bismillah) serta memanjangkan (ar rahmaan) dan memanjangkan ar rahiim.” (HR. Bukhari)

2. Perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada sahabat agar mengambil bacaan dari sahabat yang mampu dalam bidang ini sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Dari Abdullah bin Amr bin Ash berkata, telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Mintalah kalian bacaan Al Qur’an dari Abdullah bin Mas’ud, Salim Maula Abi Hudzaifah, Ubay bin Ka’ab, Mu’adz bin Jabal.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini adalah para sahabat yang mulia, padahal mereka itu orang-orang yang paling fasih dalam pengucapan Al Qur’an masih disuruh belajar, lalu bagaimana dengan kita orang asing yang lisan kita jauh dari lisan Al Qur’an?

3. Dan dalil yang paling kuat sebagaimana apa yang diriwayatkan oleh Sa’id bin Mansur ketika Ibnu Mas’ud menuntun seseorang membaca Al Qur’an. Maka orang itu mengucapkan:

“Innamash shadaqatu lil fuqara-i wal masakin.”

Dengan meninggalkan bacaan panjangnya, maka Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu katakan, “Bukan begini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membacakan ayat ini kepadaku.” Maka orang itu jawab, “Lalu bagaimana Rasulullah membacakan ayat ini kepadamu wahai Abu Abdirrahman?” Maka beliau ucapkan:

“Innamash shadaqaatu lil fuqaraa-i wal masaakiin.”

Dengan memanjangkannya. (HR. Sa’id bin Mansur)

Ibnu Mas’ud langsung menegur orang ini padahal ini tidak merubah arti, akan tetapi bacaan Al Qur’an itu adalah suatu hal yang harus diambil sesuai dengan apa yang Rasulullah ucapkan.

Al-Quran is the words of Allaah (Wa -Subhanahu Ta'ala- word of God), is a miracle that revealed to the Prophet Muhammad -Shallallahu 'alaihi wa sallam with intermediaries Angel Gabriel. In Surah Muzzammil verse 5, God says:

"... And read the Koran by you is slowly / tartil (bertajwid)."

Science studying the legal person is Fard Kifayah Tajwid. And legal practice it is Fard Ain. And Muslims who can read the Koran, obligatory study Tajweed, that preserved the letters, makhraj, ghunnah, and Mad her.

Let us learn and not tired of reading and explore the contents of the Koran, and practice it.
"... And say: 'O my Lord, add science to me'." (QS. Thaahaa: 114).

2. The arguments of the Sunnah

1. Hadith of the Prophet sallallaahu 'alaihi wasallam:

"Anas bin Malik radi 'anhu when asked how the reading of the Prophet sallallaahu' alaihi wasallam, then he replied that the readings he sallallaahu 'alaihi wasallam that the long-term then she read" Bismillahirrahman arrahiim "lengthen (bismillah) and elongate (ar Rahman) and ar elongate raheem. "(HR. Bukhari)

2. The order of the Prophet sallallaahu 'alaihi wasallam to his friend in order to take readings from a friend who is able in this field, as the Prophet sallallaahu' alaihi wasallam:

"From Abdullah bin Amr bin Ash said, has said the Prophet sallallaahu 'alaihi wasallam," Have you reading the Qur'an from Abdullah bin Mas'ud, Salim Maula Abi Hudhayfah, Ubay ibn Ka'b, Mu'adh bin Jabal. " (HR. Bukhari and Muslim)

This is the noble companions, but they are people who are most eloquent in the pronunciation of the Qur'an was told to learn, then what we are strangers verbally us away from oral Qur'an?

3. And the most powerful proposition as what was narrated by Sa'eed ibn Mansur when Ibn Mas'ud lead one to read the Qur'an. So they say:

"Innamash shadaqatu fuqara lil-i wal Masakin."

By leaving the reading length, then Ibn Mas'ud radi 'anhu said, "This is not how the Prophet sallallaahu' alaihi wasallam recited this verse to me." So they said, "Then how the Prophet recited this verse to you, O Abu Abdirrahman?" Then he spoke :

"Innamash shadaqaatu fuqaraa lil-i wal masaakiin."

By extending it. (HR. Sa'id bin Mansur)

Ibn Mas'ud direct rebuke this person even though this does not change the meaning, but reading the Qur'an it is a matter that must be taken in accordance with what the Prophet said.

Content rating: Everyone

Requires OS: 2.3 and up

...more ...less