Hadist Arbain Nawawi Terjemah
Islamic Developers
1.0 Varies with device
Bismillah...
Assalamualaikum warahmatullah wa barakatuh...

Segala puji bagi Allah dan semoga shalawat & salam tercurah kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Wa ba'du:

Alhamdulillah telah selesai penggarapan terjemah kutaib (kitab kecil) dari matan kitab hadits yang terkenal Arba’in an-Nawawi “Kumpulan 42 Hadits Pilihan” yang disusun oleh Al-Hafizh An-Nawawi (w. 676 H). Matan ini termasuk jajaran matan hadits yang banyak dikaji maupun disyarah oleh para ulama karena berisi pokok-pokok agama Islam.

Yang saya lakukan pada hadits-hadits dalam kutaib ini adalah:

[1] Menerjemahkan dengan gaya bahasa sendiri dan membandingkannya dengan hasil terjemahan lain saat menemui kesulitan dan keganjalan.

[2] Judul saya buat sendiri dengan menggabungkan judul yang ada pada kitab Syarah al-Arbain an-Nawawiyah oleh Imam Ibnu Daqiq ‘Id (Darussalam: cet. ke-2 th. 1428 H/2007 M, tahqiq: Muhammad Awad Haikal) dan Syarah Hadits Arbain oleh Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas (Pustaka Imam asy-Syafi’i: cet. ke-1 th. 1432 H/2011 M), dan terkadang tidak dari keduanya karena pertimbangan terlalu panjang judulnya.

[3] Mengganti lafazh yang sudah dicocokkan dengan kitab aslinya. Dugaan kuat saya, Imam an-Nawawi menyusun kutaib ini dengan mengandalkan hafalannya. Terkadang didapatkan lafazh hadits yang sedikit berbeda dengan lafazh aslinya. Atau boleh jadi sang Imam meneliti semua lafazh yang setema kemudian dipilih yang paling banyak faidahnya meskipun bukan lafazh dari kitab Al-Bukhari Muslim, kemudian dinisbatkan kepada Al-Bukhari Muslim. Andai saja sang imam hanya meriwayatkan secara makna saja maka hal ini pun tidak begitu masalah karena ada kelonggaran dalam lafazh hadits asal tidak merubah arti dan semaksimal berusaha mengeluarkan lafazh dari hafalannya apa yang sesuai dengan lafazh aslinya. Sang Imam patut untuk diberi apresiasi dan doa dari kaum Muslimin.

Kemudian, untuk tujuan yang lebih berfaidah saya menggantinya sesuai dengan riwayat yang diisyaraatkan oleh sang Imam. Misalkan beliau menyatakan bahwa hadits ini diriwayatkan oleh Muslim lalu saya cek dan kalau ada perbedaan lafazh maka yang ada saya ganti dengan lafazh asli dari kitab induk yang dalam hal ini Shahih Muslim. Maksud “mengganti” di sini adalah menyertakan hadits aslinya tanpa menghilangkan redaksi dari Imam Nawawi. Saya harap pembaca menghafal lafazh asli dari kitab induk hadits.

[4] Takhrij saya ambil langsung dari kitab hadits disertai tashhih (keabsahan drajat hadits).

Surabaya, Januari 2016
Abu Zur’ah Ath-Thaybi

Semoga bermanfaat bagi penulis, penerjemah, dan penerbit, serta semua orang yang membaca kutaib ini. Amin.

For more, visit at: http://terjemahmatan.blogspot.com/
http://akademimatan.blogspot.com/

Content rating: Everyone

Requires OS: 1.6 and up

...more ...less