Khutbah Jumat Lengkap
Arba_Studio
1.0 Varies with device
Marilah di awal tahun kita tingkatkan ketaqwaan kita dengan mengingatkan diri kita akan berbagai kesalahan yang telah kita kerjakan dan bertekad untuk tidak terulangnya pada tahun mendatang. Imam Qusyairi pernah menyatakan delapan hal yang dapat menghantarkan seseorang menuju ketaqwaan, yaitu:
Pertama,At-Takharruzu anil Makhawifimenjaga diri dari segala sesuatu yang ditakuti. Diantara hal yang ditakuti adalah siksa kubur dan siksa neraka. Dengan kata lain At-Takharruzu 'anil Makhawifiadalah menghindarkan diri dari berbagai hal yang menyebabkan diri kita terseret ke dalam neraka. Dan juga menghidar dari segala yang menyebabkan diri tersiksa di alam kubur.
Diantara beberapa hal yang menyebabkan seseorang tersiksa di alam kubur adalah masalah-masalah yang dianggap sepel tetapi memiliki efek cukup besar. Dengan jelas diterangkan oleh Rasulullah saw bahwa kebanykan orang disiksa kubur karena menyepelekan percikan air kencing.
Artinya, air kencing yang samar di mata, tetaplah najis. sekecil apapun titikan air itu jika mengenai pakaian tentunya akan merusak shalat kita, jika pakaian itu dikenakan dalam shalat.
Hal lain yang juga menyebabkan siksa kubur adalah kebiasaan mengambil 'mengutil atau bahasa Jakartanya ngembat' barang yang bukan haknya. Seperti mengambil sandal yang dianggap tidak terpakai dari masjid atau mengambil bunga milik kelurahan atau RW untuk ditanam di rumah sendiri tanpa sepengatahuan yang berwenang. Dua kasus berikut akan menggambarkan penyebab siksa kubur.
Pertama kisah dari Nabi Isa ketika beliau sedang berjalan melewati sebuah kuburan. Terdengar suara orang meregang kesakitan. Dengan mu'jizat yang dimilikinya, Nabi Isa pun kemudian menghidupkan kembali orang yang berada di dalam kubur tersebut. Lalu beliau bertanya "apakah kesalahan yang engkau perbuat, sehingga Allah menyiksamu di alam kubur seperti itu?"
Lelaki itupun menjawab "semenjak kedatanganku dalam kubur ini, Aku telah mendapat siksa yang pedih akibat dari kelakuanku mengambil kayu yang bukan milikku".
"Seberapa banyak engkau mengambilnya?" pertanyaan nabi Isa. Lelaki itu kemudian menjawab "tidak lebih besar dari sisa maknan yang menyelip di dalam gigi".
Cerita kedua dari Qirqiroh seorang yang telah dianggap anak oleh Rasulullah saw. Begitulah ia dididik oleh lingkungan keluarga Rasulullah saw. belajar bergaul dan belajar agama dari Rasulullah saw. Oleh karena itulah ia dipercaya menjadi scurity, menjaga gudang tempat penyimpanan barang-barang rampasan perang. Anehnya ketika datang berita kematiannya Rasulullah malah menjawab 'huwa finnar' dia berada di neraka. Ternyata setelah diusut, Qirqirah pernah mengambil selimut dari gudang tersebut.
berikut kilasan khutbah.

fiture:
-berjalan secara offline
-ukuran file <2mb
-berjalan diberbagai versi os android

Come early in the year we increase our devotion to remind ourselves of the mistakes we have done and determined to not be a repeat of the coming year. Imam Qushayri never claimed eight things that can deliver a person toward faith, namely:
First, At-Takharruzu annealing Makhawifimenjaga away from everything to be feared. Among the things that are feared punishment of the grave and the torment of hell. In other words, At-Takharruzu 'annealing Makhawifiadalah shy away from things that cause ourselves to be dragged into hell. And evade everything that led to self-torment in the grave.
Among some of the things that cause a person tormented in the grave are the problems that are considered sepel but have a large enough effect. Clearly explained by the Prophet that kebanykan tortured people buried by sprinkling underestimate the urine.
That is, urine faint eyes, still unclean. no matter how small the water titikan if the clothes will certainly damage our prayers, if the clothes worn in the prayer.
Another thing that also led to punishment of the grave is the habit of taking 'shoplifting or language Jakartanya ngembat' stuff that is not right. Like taking sandals that are considered unused mosque or take interest belonging to the village or RW to be planted in their own homes without sepengatahuan authorities. The following two cases illustrate the cause of the punishment of the grave.
The first story of Jesus when he was walking through a cemetery. Voices stretch pain. With its miracle, Jesus was then reviving people who are in the grave. Then he asked "whether the error that you do, so that God's torment in the grave like that?"
The man even then replied "since my arrival in this tomb, I've got a painful punishment as a result of my behavior to take wood that is not mine".
"How much do you take it?" questions prophet Isa. The man then replied "no bigger than the rest maknan that slip inside the tooth".
Qirqiroh the second story of a child who has been deemed by the Prophet. That he was educated by the family of the Prophet. learn to get along and learn the religion of the Prophet. Hence it is believed to be scurity, keeping storage warehouse goods spoils. Surprisingly when the news came of his death the Prophet actually said 'huwa finnar' he was in hell. Apparently after investigated, Qirqirah never took the blanket from the warehouse.
The following flash of the sermon.

feature:
-walking offline
-size file <2mb
-walking in different versions of android os

Content rating: Everyone

Requires OS: 2.3 and up

...more ...less