Kisah 25 Nabi dan Rasul
Tkj_Studio
1.0 Varies with device
Ketika cahaya tauhid padam di muka bumi, maka kegelapan yang tebal hampir saja menyelimuti akal. Di sana tidak tersisa orang-orang yang bertauhid kecuali sedikit dari orang-orang yang masih mempertahankan nilai-nilai ajaran tauhid. Maka Allah SWT berkehendak dengan rahmat-Nya yang mulia untuk mengutus seorang rasul yang membawa ajaran langit untuk mengakhiri penderitaan di tengah-tengah kehidupan. Dan ketika malam mencekam, datanglah matahari para nabi. Kedatangan Nabi tersebut sebagai bukti terkabulnya doa Nabi Ibrahim as kekasih Allah SWT, dan sebagai bukti kebenaran berita gembira yang disampaikan oleh Nabi Isa as.
Allah SWT menyampaikan salawatnya kepada Nabi itu, sebagai bentuk rahmat dan keberkahan. Para malaikat pun menyampaikan salawat kepadanya sebagai bentuk pujian dan permintaan ampunan, sedangkan orang-orang mukmin bersalawat kepadanya sebagai bentuk penghormatan. Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. al-Azhab: 56)
Sebelumnya Allah SWT mengutus para nabi-Nya sebagai rahmat kepada kaum dan zaman mereka saja, namun Allah SWT mengutus beliau saw sebagai rahmat bagi alam semesta. Beliau saw datang dengan membawa rahmat yang mutlak untuk kaum di zamannya dan untuk seluruh zaman. Allah SWT berfirman, "Dan aku tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta."
Hakikat dakwah para nabi sebelumnya adalah menyebarkan Islam, begitu juga ajaran yang dibawa oleh Nabi yang terakhir adalah Islam. Beliau saw adalah Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muthalib, anak seorang wanita Quraisy. Beliau saw adalah pemimpin anak-anak Nabi Adam as. Beliau saw adalah hamba Allah SWT dan Rasul-Nya, serta rahmat Allah SWT yang dihadiahkan kepada umat manusia.
Beliau saw lahir di tanah Arab. Ketika itu malam gelap, tiba-tiba Abdul Muthalib membayangkan bahwa matahari telah terbit, lalu ia bangun dan ternyata mendapati dirinya di pertengahan malam, keheningan yang luar biasa menyelimuti gurun yang terbentang. Ia menuju pintu kemah, lalu menyaksikan bintang-bintang bersinar di langit, dan dunia tampak di selimuti dengan malam. Ia kembali menutup pintu kemah dan tidur. Belum lama ia dikuasai oleh rasa kantuk yang amat sangat, sehingga ia kembali bermimpi untuk kedua kalinya. Segala sesuatunya tampak jela s kali ini, Sesungguhnya sesuatu yang besar memerintahnya untuk melaksanakan perintah yang sangat penting, "Galilah zamzam!" Dalam mimpinya Abdul Muthalib bertanya: "Apakah itu zamzam?" Kemudian untuk kedua kalinya perintah itu mengatakan bahwa ia diperintahkan untuk menggali zamzam. Belum lama Abdul Muthalib melihat sesuatu yang bersembunyi itu, sehingga ia berdiri di tempat tidurnya dan hatinya berdebar dengan keras. Abdul Muthalib bangkit, lalu ia membuka pintu kemah kemudian pergi ke gurun yang luas. Apakah arti zamzam? Tiba-tiba pikirannya dipenuhi dengan cahaya yang datang dari jauh, bahwa pasti zamzam adalah sebuah sumur, tetapi apa yang diinginkan oleh suara yang datang dalam tidur itu agar ia menggali sumur, di sana tidak ada jawaban selain satu jawaban dari pertanyaan ini, yaitu agar orang-orang yang berhaji dan berkeliling di sekitar Ka'bah dapat meminumnya. Tetapi apa nilai dari sumur itu sendiri, bukankah di sana terdapat banyak sumur yang dapat diminum oleh orang-orang yang berhaji.
Abdul Muthalib duduk di tengah-tengah pasir gurun pada pertengahan malam, ia memikirkan bintang-bintang sembari merenungkan cerita-cerita kuno yang mengatakan tentang sumur yang memancar darinya air sebagai akibat dari pukulan kaki Nabi Ismail as, di sana juga ada cerita yang mengatakan bahwa sumur itu telah binasa sesuai dengan perjalanan zaman.

When the light of monotheism extinguished on earth, then the thick darkness enveloped almost sense. There was nothing left people tauhid except a few of those who still maintain the values ​​of monotheism. Then Allah wills with his glorious grace to send a messenger who brought the teachings of the sky to end the suffering in the midst of life. And when evening gripping, the sun came prophets. As proof of the arrival of the Prophet Abraham terkabulnya prayer beloved of Allah, and as evidence of a good news delivered by the Prophet Isa.
Allah conveyed to the Prophet salawatnya it, as a form of grace and blessing. The angels also expressed salawat to him as a form of praise and request for forgiveness, while the believers bersalawat to him as a form of respect. Allah says:
"Verily Allah and His angels bersalawat to the Prophet. O ye who believe, bersalawatlah you to honor the Prophet and say hello to him." (QS. Al-Azhab: 56)
Previous Allah sent His prophets as a mercy to the people and their age alone, but he saw Allah sent as a mercy to the universe. He saw come with the absolute grace for the families of his time and for all times. Allah says, "And I was not sent you except as a mercy to the universe."
The essence of propaganda is spreading all the previous prophets of Islam, as well as the teachings brought by the last Prophet is Islam. He saw Muhammad bin Abdillah bin Abdul Muttalib, the son of a woman of Quraysh. He saw the leader of children of Prophet Adam. He saw was a servant of Allah and His Messenger, and the grace of Allah Almighty awarded to mankind.
He had been born in Arab lands. When it is dark night, suddenly Abdul Muttalib imagine that the sun has risen, and then he wakes up and turns to find himself in the middle of the night, an incredible silence enveloped the desert that stretches. He headed for the door of the tent, then watch the stars shining in the sky, and the world looks at the blanket by night. He closed the door of the tent and go back to sleep. Not long ago, he was overpowered by extreme drowsiness, so he returned to dream for a second time. Everything seemed jela s this time, Truly something big ordered him to carry out a very important command, "Dig Zamzam!" In a dream Abdul Muttalib asked: "Is that Zamzam?" Then for the second time the order was said that he was ordered to dig Zamzam. Not long ago, Abdul Muttalib saw something hiding it, so he stood up in his bed and his heart pounding. Abdul Muttalib rose, then he opened the door of the tent and then go into the vast desert. What does the Zamzam? Suddenly his mind was filled with the light coming from far away, that certainly is a well of Zamzam, but what is desired by the sounds coming in the bed so he dug wells, there is no answer other than one answer to this question, namely that the -those who pilgrimage and toured around the Kaaba can drink it. But what is the value of the well itself, is not there are many wells that can be taken by people who pilgrimage.
Abdul Muttalib sit in the middle of the desert sand in the middle of the night, he thought about the stars while contemplating the ancient stories are told about the wells that radiate from the water as a result of blows feet of Prophet Ishmael, there is also a story that says that the well it has been destroyed in accordance with the course of time.

Content rating: Everyone

Requires OS: 2.3 and up

...more ...less