Novel Remaja Ikhtiar Cinta
Binary Multimedia
1.0 Varies with device
Sekarang aku duduk di pinggir perempatan itu. Mulai membuka bungkus nasi kuning kecil yang sempat tadi aku beli, harganya dua ribu. Dan teh tawar hangat, penjualnya memberikan itu secara percuma. Aku hanya cukup bermodal gelas plastik bekas untuk bisa mendapatkannya.

Satu sepeda motor melaju kencang di depanku, menghiraukan lampu yang sedang berwarna merah. Suaranya bising, ingin sekali aku berteriak memaki-maki.
“Tuhkan, aku bilang juga apa. Kendaraan yang lewat gak akan peduli lagi denganmu. Percuma kamu terus-terusan seperti itu, tunggu aja sampai besok pagi. Sampai jalanan mulai rame lagi, dan semua orang membutuhkannya.” Nasi kuning yang kumakan sudah hampir habis. Sedikit sekali memang, hanya dua ribuan.

Now I'm sitting on the edge of the intersection. Began unwrapping the small yellow rice that had earlier I bought, cost two thousand. And fresh tea warm, the seller gives it in vain. I just used plastic cups have capital enough to get it.

One motorcycle speeding in front of me, ignoring the lights were red. Too noisy, I wanted to shout cursing.
"Tuhkan, I told you. Passing vehicles will not care about you again. Useless you constantly like it, just wait until tomorrow morning. Until the start crowded streets again, and everyone needs it. "I ate yellow rice is almost gone. Very few indeed, only two thousand.

Content rating: Everyone

Requires OS: 2.3.3 and up

...more ...less